Profil Desa Langsar Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep

Profil Dan Sejarah Desa
Desa Langsar merupakan salah satu desa yang terdapat di Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep. Desa Langsar dapat dituju dengan melalui tiga jalur yang berbeda yakni Desa Kebundadap Timur, DesaKebundadap Barat dan dapat melalui Kecamatan Bluto. Saat ini, Desa Langsar dipimpin oleh Kepala Desa yakni sebagai berikut:
1. Sagara, Masa Bhakti Tahun : 1849 – 1890
2. Barsidin, Masa Bhakti Tahun : 1890 – 1907
3. Lasmari, Masa Bhakti Tahun : 1907 – 1941
4. Raknabi, Masa Bhakti Tahun : 1941 – 1944
5. Bentar, Masa Bhakti Tahun : 1944 – 1946
6. AwamSingowono, Masa Bhakti Tahun : 1946 – 1969
7. Atmojo, Masa Bhakti Tahun : 1969 – 1990
8. Muh. Kandar, Masa Bhakti Tahun : 1990 – 2007
9. Atmojo, Masa Bhakti Tahun : 2007 – 2009
10. YuliAstutik, Masa Bhakti Tahun : 2009 –sekarang
Adapun struktur organisasi pemerintahan Desa Langsar terdiri dari:
1. Kepala Desa
2. Sekretaris Desa
3. Kepala Seksi
a. Kasi Pemerintahan
b. Kasi Pembangunan
c. Kasi Kesra (Kesejahteraan Masyarakat)
4. KepalaUrusan
a. Kaur Keuangan
b. Kaur Perencanaan
c. Kaur Umum
5. Kepala Dusun
Gambar. StrukturOrganisasiPemerintahDesaLangsar
DesaLangsarterbagiatas 8 dusunyaknisebagaiberikut:
1. Dusun Langgundi Lao’
2. Dusun Langgundi Daja
3. Dusun Langsar Lao’
4. Dusun Langsar Daja
5. Dusun Cemanis
6. Dusun Guwa Lao’
7. Dusun Guwa Daja
8. Dusun Karoko
Visi dan Misi Desa
Visi
Desa Langsar memiliki visi yang di dalamnya tercantum harapan serta cita-cita yang ingin dituju di masa mendatang oleh warga demi kesejahteraan masyarakat. Visi tersebut yakni “Terwujudnya Masyarakat Yang Makmur, Sejahtera, Dan Agamis”
Misi
Misi merupakan langka atau tindakan  yang dibuat dalam jangka pendek untuk menunjang keberhasilan dari terlaksananya visi yang telah dibuat. Dalam pembuatan misi telah dipertimbangkan mengenaipotensi serta hambatan baik internal maupun eksternal. Untuk menunjang keberhasilan visi, Desa Langsar memiliki misi yakni:
1. Meningkat kankualitas Sumber Daya Manusia atas dasar iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Menumbuhkan potensi masyarakat dan mendorong usaha-usaha disegala bidang untuk pembangunan yang lebih baik.

Demografis/kependudukan
Berdasarkan data administrasi pemerintah desa, jumlah penduduk yang tercatat secara administrasi, jumlah total 2.890 jiwa. Dengan rincian penduduk berjenis kelamin laki-laki berjumlah 1.309  jiwa, sedangkan berjenis perempuan berjenis kelamin perempuan berjumlah 1.581 jiwa. Pendataan dilakukan pada bulan Januari 2017  berkaitan dengan data penduduk pada saat itu, terlihat dalam table berikut :

Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin
Desa Langsar Tahun 2017
No.
Jenis Kelamin = Jumlah
1.Laki-laki =1309
2. Perempuan= 1581
Jumlah 2890
Jumlah Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian
Desa Langsar Tahun 2017
No
Jenis Pekerjaan = Jumlah
Pemilik tanah =1121
Penggarap = 791
Buruh tani = 142
Pengusaha sedang - besar = 38
Pengrajin / industri kecil = 26
Buruh bangunan = 73
Buruh perkebunan = 29
Pedagang = 41
Pengangkutan = 22
PNS = 27
Anggota POLRI/ TNI
Pensiun PNS, TNI, Polri = 3
*Data ini berdasarkan Dari hasil pendataan BIP (Buku induk penduduk) yang terbaru.
Sejarah Langsar
Secara etimologi kata Langsar berarti:
- Panjang dan ramping
- Menjalar
- Beruntung dan berbahagia 
Secara Historis dan dipadukan dengan asal katanya, Desa Langsar wilayah panjang dan ramping dengan memanjang dar barat ke timur. 
Sejak Belanda menancapkan taringnya sebagai penjajah di Indonesia, wilayah Madura juga merupakan salah satu sasaran empuknya. Untuk memperlancar arus transportasi, Belanda pada awal abad ke XVI membangun rel kereta api/ lori yang menghubungkan Kamal-Sumenep. 
Karena di selatan Kota Sumenep terbentang dataran tinggi, maka Desa Langsar menjadi pilihan untuk dijalari atau dilalui oleh jalur kereta api tersebut, sehingga masyarakat Langsar sangat beruntung bias mengetahui langsung alat transportasi kereta api/ lori milik Belanda itu. 
Ada juga pendapat sebagian tokoh masyarakat terdahulu mengatakan bahwa Desa Langsar, merupakan perpaduan dari kata LANG dan SAR.
- LANG dalam Bahasa Madura merupakan penggalan dari kata ta’ kenneng lang-lang (tak bisa dihalang-halangi).
Dimaksudkan bahwa masyarakat Langsar bila memiliki semangat, keinginan dan kemauan tidak bisa dihalang-halangi. 
- SAR dalam Bahasa Madura merupakan penggalan dari kata kasar (kasar, beringas).
Dimaksudkan bahwa watak masyarakat Langsar selalu kasar dan beringas. 
Dari makna penggalan kedua kata tersebut, menggambarkan bahwa Langsar merupakan semboyan dari keadaan dan situasi serta watak masyarakat pada jaman dahulu apabila Berkehendak selalu tercapai dengan dibarengi wataknya yang kasar dan beringas. 
Hal itu biasanya diwujudkan apabila ada permasalahan pribadi, semboyan itu menjadi senjata utama, sehingga dalam menyelesaikan permasalahan selalu diakhiri dengan pertengkaran. Yang dalam Bahasa orang Langsar dikenal dengan istilah CAROK (tadha’baruyya carok). 

0 komentar:

Posting Komentar