Lampu Tidur dan Hiasan Dinding dari Bahan Tak Terpakai



Selain mengusahakan tanaman srikaya, siwalan, dan singkong, masyarakat Desa Langsar juga kerap menanam jagung pada musim tertentu.  Inilah yang akhirnya membuat ide muncul dari anggota KKN 17 untuk memanfaatkan bagian dari jagung yang seringkali tak terpakai dan terlupakan.  Bahan baku utama berupa bonggol dan daun jagung yang telah mengering. Kedua bahan yang awalnya terbuang itu kini bisa dimanfaatkan sebagai salah satu bahan kerajinan yang memiliki nilai ekonomis.
Berikut bahan dan langkah pembuatannya.
a.       Lampu ruang tamu (lampu tidur)  dari bonggol jagung
·         Bahan-bahan :
1.      Bonggol jagung
2.      Lem lilin
3.      Pelepah pisang
4.      Benang
5.      Kaca cermin
6.      Kulit jagung
7.      Potongan kayu
8.      Amplas
9.      Vernis
10.  Gergaji mini
·         Cara membuatnya :
Ø  Ambil bonggol jagung di jemur kemudian potong satu per satu dengan gergajih mini setebal tiga cm.
Ø  Jika sudah berbentuk potongan 3 cm kita amplas bagian tepinya biar halus.
Ø  Jika sudah halus saatnya dilubangi tengahnya dengan menggunakan bor kayu kemudian kita mabil cetakan ( sesuai bentuk yang diinginkan) di sini kita coba buat seperti tabung .
Ø  Ambil toples yang berbentuk tabung untuk cetakan kemudian satu persatu bonggol tersebut di lem mengikuti toples sehingga semua permukaan toples dipenuhi bonggol jangung.
Ø  Membuat penyangga ambil potongan kayu yang sudah tersedia kemudian di susun keatas menjadi sebuah tiang yang tidak beraturan dengan bantuan lem lilin.
Ø  Untuk variasi ambil potongan kaca cermin kita potong segiempat kecil-kecil kemudian di lem terhadap benang dan di susun seperti tirai.
Ø  Jika semuanya sudah selesai kita satukan bonggol yang berbentuk tabung tadi dengan tiang penyangga dengan bantuan lem lilin.
Ø  Tahap akhir bonggol tersebut dilapisi pernis di lanjutkan pemasangan tirai yang dari kaca di tambah lagi bunga dari kulit jagung sebagai pemanis, lalu pemasangan lampu dan kabel.


b.       Hiasan dinding (lukisan abstrak)
·         Bahan-bahan :
1.      Lem lilin
2.      Rautan pensil
3.      Cet tembok
4.      Kardus
5.      Kulit telur
6.      Serpihan kayu yang di gergajih
7.      Gedebok pisang
·         Cara membuatnya:
Ø  Ambil kardus kemudian lukislah dari pensil (sesuai keinginan) di sini kita buat lukisan penari balet ketika sudah selesai di setiap tepi gambarnya di berikan pembatas dengan menggunakan getebok pisang yang sudah di anyam menyerupai tali temali.
Ø  Jika Sudah Selesai , ambil kulit telur serutan pensil dan serpihan kayu yang sudah tersedia dan ditempelkan pada rok sang penari dengan bantuan lem lilin jika selesai guntinglah lukisan tersebut lalu tempel pada beground yang baru untuk begroundnya ambil kardus lagi kemudian di cat acak-acakan dan tak beraturan (abstrak) sehingga banyak kombinasi warna.
Ø  Jika selesai semuanya masukan terhadap figura yang tersedia .
c.      Hiasan dinding bunga dari kelobot jagung

·         Bahan-bahan:
1.      Kelobot jagung
2.      Lidi
3.      Pasir
4.      Gedebok
5.      Kardus
6.      Figura
7.      Kaca
8.      Lampu
9.      Lem lilin
10.  Vernis
·         Cara membuatnya :
Ø  Ambil Kelobot jagung potonglah dengan gunting sehingga mirip bunga kemudian di satukan dengan lem.
Ø  Jika sudah seesai ambil lidi bungkuslah dengan gedebok pisang sebagai tangkainya.
Ø  Ambil kardus dan lukislah vas bunga dan vas bunga tersebut diberikan ayakan pasir dengan bantuan lem sehingga menjadi timbul.
Ø  Jika gambar sudah selesai ambil bunga kelobot jagung yang sudah bertagkai dan tempelkan pada vas bunga tersebut.
Ø  Tahap akhir, ambil vernis kemudian semprotkanlah vernis tersebut pada bagian bunga, tangkai, vas. Umtuk vasnya berikan anyaman kedebok pisang yang sudah di sediakan sebagai variasi sedangkaan begroundnya di cat warna hitam variasi bintik bintik emas ( gliter).

Sekian entri ini, semoga bisa bermanfaat bagi pembaca.

0 komentar:

Posting Komentar