Pemanfaatan Daun Siwalan Sebagai Bahan Baku Kerajinan Cantik

Kerajinan merupakan budaya tradisional yang kini menjadi komoditi negara untuk meningkatkan devisa. Limbah  adalah  buangan  atau sisa yang di hasilkan  dari suatu proses atau  kegiatan dari industri maupun domestik (rumah tangga). Sebagai warga negara yang mandiri dan kreatif kita dituntut untuk mengembangkan produk-produk kerajinan agar lebih bermutu dan bermanfaat. Melalui kerajinan  kita diharapkan  mampu  mengembangkan kreatifitas agar produk kerajinan yang ada di sekitar kita lebih inovatif. 

Siwalan (juga dikenal dengan nama pohon lontar atau tal) adalah sejenis palma yang tumbuh di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Pohon palma yang kokoh kuat, berbatang tunggal dengan tinggi 15-30 m dan diameter batang sekitar 60 cm. Sendiri atau kebanyakan berkelompok, berdekat-dekatan. Daun-daun besar, terkumpul di ujung batang membentuk tajuk yang membulat. Helaian daun serupa kipas bundar, berdiameter hingga 1,5 m, bercangap sampai berbagi menjari; dengan taju anak daun selebar 5–7 cm, sisi bawahnya keputihan oleh karena lapisan lilin. Tangkai daun mencapai panjang 1 m, dengan pelepah yang lebar dan hitam di bagian atasnya; sisi tangkai dengan deretan duri yang berujung dua. Karangan bunga dalam tongkol, 20–30 cm dengan tangkai sekitar 50 cm. Buah-buah bergerombol dalam tandan, hingga sekitar 20 butir, bulat peluru berdiameter 7–20 cm, hitam kecoklatan kulitnya dan kuning daging buahnya bila tua. Berbiji tiga butir dengan tempurung yang tebal dan keras. (Wikipedia.org)
Pohon Siwalan mudah kita temui di Madura, seperti di beberapa desa di Sumenep. Tak terkecuali di Desa Langsar, Kecamatan Saronggi, Sumenep. Kemudian hampir sebagian besar dari komponen pohon siwalan dapat dijadikan sebagai bahan pembuatan kerajinan. Daunnya dapat dijadikan beragam kerajinan antara lain tikar, topi, aneka keranjang, tenunan untuk pakaian dan sasando (alat musik tradisional di Timor.
Untuk itulah, KKN (Kuliah Kerja Nyata) 17 yang berposko di Desa Langsar mencoba memanfaatkan daun siwalan sebagai salah satu bahan baku pembuatan kerajinan berupa lampu tidur atau ruang tamu. Dengan begitu, diharapkan potensi yang ada di Langsar dapat dimanfaatkan dengan sebaik mungkin walaupun hanya berupa daun siwalan. Karena pada kenyataannya semua bagian dari komoditas tersebut bernilai ekonomis.
Berikut rincian bahan dan langkah pembuatannya.
a.       Lampu tidur ( lampu ruang tamu) dari kayu dan daun siwalan.
·         Bahan-bahan :
1.      Daun siwalan
2.      Sisa potongan kayu
3.      Lem tembak atau lem lilin
4.      Kabel
5.      Lampu
6.      Gedebok pisang
7.      Vernis
8.      Gergaji mini
·         Cara membuat :
Ø  Ambil daun siwalan yang kering dan bertekstur halus kemudian di cuci dan jangan lupa di jemur sampai 3 atau 4 jam sehingga kerin total.
Ø  Jika sudah kering total ,ambil satu per satu di tata dan di lem sehingga berbentuk pola persegi panjang.
Ø  Ketika berbentuk pola persegi panjang kita buat cetakan pola lain dari kardus yang ingin di bentuk sesuai keinginan misalnya segienam, persegi, dan segitiga.
Ø  Di sini kita membuat segiempat, berarti kita membuat pola sebanyak 4 dan ketika selesai langsung di lem dengan lem lilin di antara sudut-sudut persegi. Sehingga membentuk bangun ruang kubus.
Ø  Membuat penyangga lampu, ambil potongan kayu yang berbentuk persegi kemudian susun ke atas menjadi sebuah tiang yang di sertai lem lilin dan biasanya sebanyak tujuh potongan kayu sudah cukup.
Ø  Ketika selesai semuanya kita satukan antara tiang penyangga dan daun siwalan yang berbentuk bangun ruang kubus dengan bantuan lem lilin dan di setiap sudut dibeikan variasi gedebok pisang yang sudah dianyam.
Ø  Jika sudah menyatu saatnya tahap finising dengan vernis dan  pemasangan  lampu di sertai kabel.

Sekian entri ini, semoga bisa bermanfaat bagi pembaca.

0 komentar:

Posting Komentar