Tradisi Memohon Hujan dengan Upacara Cahe

Desa Langsar pernah dikenal memiliki musim kemarau panjang yang cukup menyiksa warga. Untu itu berbagai hal dilakukan agar hujan segera turun. Mulai dari cara syar’i seperti salat istisqo sampai ritual-ritual kuno berbau mistis seperti yang kerap mereka sebut sebagai upacara cahe di Desa Langsar, Kecamatan Saronggi, Sumenep.

Upacara cahe adalah sebuah upaca meminta hujan yang dilakukan di Gua Mandalia, Dea Langsar. Adapun yang menghadiri upacara tersebut ialah para warga yang telah siap membawa beragam sesajen berupa buah-buahan, nasi dan lain sebagainya. Namun tidak semua warga yang menghadiri acara tersebut diijinkan memasuki kawasan dalam dua. Hanya beberapa orang khusus yang telah mengenaikan pakaian adat yang masuk ke dalam Gua Mandalia. Acara ini dilengkapi denga bunyi gamelan dan suara sinden yang begitu merdu.

Menurut artikel yang dirilis media Jawa Pos Radar Madura, sesajen yang dibawa tadi akan diberikan kepada orang-orang yang berpakaian adat khusus berwarna abu-abu garis putih. Sesajen berupa nasi dan ayam diletakkan didalam gua setelah sebelumnya acara dibuka dengan tarian dan ucapan pujian berupa bahasa Madura. Semua peserta cahe memegang kelapa kuning yang dilengakapi kembang tujuh rupa.


Gua Mandalia dipilih sebagai lokasi upacara karena dipercaya warga bahwa  gua tersebut merupakan tempat persemedian para leluhur Desa Langsar. Dengan begitu, mereka beranggapan bahwa Gua Mandalia adalah gua keramat sehingga cocok dijadikan tempat untuk melaksanakan ritual mistis seperti upacara cahe atau upacara memohon hujan. Upacara Cahe adalah sebagai bentuk doa kepada Tuhan sehingga perlu dilestarikan.

Usai rentetan acara doa dilewati, makanan yang ada didalam gua kemudian dikelurakan lagi untuk dimakan bersama-sama. Mereka memakan sesajen di sekitar gua dengan penuh suka cita.

Sumber gambar: 
http://www.imgrum.org/user/fadelabuaufa/1950891251/1493823862075684301_1950891251

0 komentar:

Posting Komentar